Mahasiswa KKN-T 01 Dorong Digital Branding Wisata dan UMKM di Desa Rejoyoso.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 01 menggelar sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Digital Branding dan Pemberdayaan UMKM Berbasis Pokdarwis untuk Pengembangan Wisata Desa” di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan potensi wisata desa melalui penguatan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sosialisasi tersebut dihadari oleh 10 peserta yang terdiri atas perwakilan Pokdarwis dan pelaku UMKM lokal, seperti perajin gula merah, rengginang, dan kerupuk. Kegiatan difokuskan pada upaya membangun sinergi antarpelaku wisata desa guna menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.Ketua KKN-T 01, Syariful Anam, menyampaikan bahwa kesadaran kolektif masyarakat merupakan modal utama dalam pengembangan wisata desa.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki desa harus dipandang sebagai aset bersama yang perlu dijaga dan diberdayakan secara berkelanjutan.”Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa potensi wisata dalam desa adalah aset berharga yang perlu dijaga dan diberdayakan bersama.

Harapannya masyarakat semakin memahami pentingnya Pokdarwis dalam menciptakan lingkungan yang indah, bersih, dan menarik bagi wisatawan sekaligus tetap menjaga nilai budaya dan kearifan lokal.” pungkasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan wisata desa tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN telah berakhir.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Moh. Aan Sulthon, S.Pd., S.Sn., M.E.I., yang memaparkan strategi pengembangan UMKM berbasis digital.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Produk lokal, seperti gula merah dan makanan tradisional, dinilai memiliki potensi besar sebagai pendukung daya tarik wisata desa.Aan juga menjelaskan tiga elemen utama dalam pengembangan wisata desa, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi, UMKM sebagai penyedia produk dan jasa lokal, serta koperasi sebagai sarana penguatan permodalan dan kerja sama warga.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah strategi digital branding, di antaranya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi visual, penguatan kehadiran digital melalui pendaftaran lokasi di Google Maps, penerapan sistem pembayaran digital, serta optimalisasi platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar UMKM.Menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital, narasumber menyarankan pelatihan berkelanjutan, penjadwalan unggahan yang teratur, serta produksi konten secara konsisten.Melalui sosialisasi ini, diharapkan UMKM Desa Rejoyoso mampu meningkatkan daya saing dan berkontribusi aktif dalam pengembangan desa sebagai destinasi wisata unggulan di Kecamatan Bantur.

Penulis : Jurnalis Kkn-T Kel.1


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *