Palaan Ngajum, 11 Februari 2026 – Gebyar penutupan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 8 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang berlangsung meriah di Balaidesa Palaan Ngajum, Kabupaten Ngajum, Malang. Acara ini menandai akhir masa pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama beberapa minggu, dengan menghadirkan perangkat desa, kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) beserta jajarannya, kepala sekolah SDN 1 dan SDN 2 Desa Palaan, kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi pengalaman, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk pembangunan desa.

Dalam gebyar tersebut, mahasiswa Unira Malang berbagi pengalaman lapangan mereka, termasuk tantangan seperti kesenjangan antara teori akademik dan realitas pedesaan, serta keterbatasan infrastruktur di desa. “Kami belajar banyak tentang kehidupan masyarakat, dari pengelolaan BUMDes hingga pendidikan anak-anak di sekolah dan TPQ,” ujar ketua kelompok 08 KKN-T unira malang. Acara ini juga melibatkan diskusi bersama tokoh masyarakat untuk mengevaluasi program dan merencanakan inisiatif berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh program KKN-T Unira Malang, yang bertujuan memberikan mahasiswa kesempatan menerapkan ilmu teori di lapangan sambil berkontribusi pada masyarakat pedesaan. Desa Palaan Ngajum dipilih karena mewakili tantangan umum seperti keterbatasan ekonomi dan pendidikan, sehingga gebyar penutupan menjadi momentum untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui solidaritas antarpihak.
Dampak kegiatan ini terasa multidimensi. Bagi mahasiswa, pengalaman ini meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran sosial, dan jaringan profesional, yang membantu persiapan karir serta membangun empati terhadap isu-isu pedesaan. “Ini bukan sekadar tugas kuliah, tapi pelajaran hidup yang berharga,” kata koordinator KKN-T Kelompok 8.
Untuk masyarakat Desa Palaan Ngajum, gebyar ini mendorong transfer pengetahuan, peningkatan partisipasi sosial, dan inisiatif berkelanjutan seperti inovasi di BUMDes, peningkatan kualitas pendidikan di SDN dan TPQ, serta penguatan solidaritas antar tokoh masyarakat. Hal ini berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi, pendidikan, dan sosial desa. Kepala Desa Palaan, yang hadir dalam acara, menyatakan, “Kolaborasi dengan mahasiswa membawa ide-ide segar untuk kemajuan desa kami.”
Universitas Islam Raden Rahmat Malang juga merasakan dampak positif, dengan peningkatan reputasi sebagai institusi pengabdian masyarakat serta data evaluasi untuk perbaikan program KKN-T di masa depan. Secara lebih luas, kegiatan ini mempromosikan pembangunan berkelanjutan, menginspirasi inisiatif serupa di daerah lain, dan meningkatkan kesadaran publik tentang peran pendidikan tinggi dalam mengatasi kesenjangan sosial di Indonesia.
Gebyar penutupan ini diharapkan menjadi model bagi program pengabdian mahasiswa lainnya, menunjukkan bagaimana sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif.
Penulis: Jurnalistik KKN-T kelompok 08

Leave a Reply