Inovasi Desa: KKNT Unira Malang Gandeng BUMDes untuk Jadikan Wisata Nanas Palaan Ngajum sebagai Atraksi Unggulan

Kolaborasi antara Kuliah Kerja Nyata Terpadu Kelompok 8 Universitas Islam Raden Rahmat Malang dengan pengurus Badan Usaha Milik Desa serta pihak perangkat desa berlangsung di Desa Palaan Ngajum. Kegiatan ini dimulai pada 19 Januari 2026. Berakhir pada 6 Februari 2026. Durasi kegiatan mencapai tiga minggu.

Lokasi utama kegiatan berada di kantor wisata nanas Desa Palaan Ngajum. Area wisata nanas Desa Palaan Ngajum menjadi tempat pelaksanaan utama.

Pihak yang terlibat meliputi mahasiswa KKN-T Kelompok 8 Unira Malang. Pengurus BUMDes. Pihak perangkat desa. Kepala BUMDes. Admin media wisata nanas. Pengelola wisata nanas. Seluruh mahasiswa KKN-T Kelompok 8 Unira Malang dipimpin oleh ketua kelompok.

Kolaborasi ini dilaksanakan untuk mengembangkan wisata nanas sebagai respons terhadap potensi lokal yang belum tergarap optimal. Lahan nanas melimpah. Namun kurang dimanfaatkan untuk atraksi wisata. Alasan utama mendorong inovasi desa melalui agrowisata berkelanjutan. Kegiatan inovatif meliputi survei. Pengembangan atraksi. Harapan meningkatkan pendapatan warga dari penjualan produk nanas, paket wisata, pengalaman pendidikan praktis bagi mahasiswa, pelestarian budaya, lingkungan lokal.

Kolaborasi terjadi karena program kerja Kelompok 8 memerlukan dukungan BUMDes sebagai pengelola wisata nanas.

Pelaksanaan kegiatan berjalan beriringan dengan program kerja KKN-T 08 Unira Malang. Dimulai dengan koordinasi awal antara mahasiswa KKNT yang dipimpin ketua kelompok. Kepala BUMDes. Admin media wisata nanas. Pengelola wisata nanas. Kegiatan inovatif meliputi survei lapangan untuk menilai potensi lahan nanas. Pengembangan atraksi wisata. Pembuatan paket wisata edukasi. Promosi produk nanas. Dilakukan melalui kerja sama praktis di lokasi wisata nanas. Mahasiswa terlibat langsung dalam implementasi. BUMDes memberikan dukungan logistik. Perangkat desa memfasilitasi akses. Fokus pada agrowisata berkelanjutan. Tujuan meningkatkan pendapatan warga, pendidikan mahasiswa, pelestarian budaya, lingkungan.

Manfaat kolaborasi mencakup peningkatan pendapatan warga melalui penjualan produk, paket wisata, pendidikan praktis bagi mahasiswa, pelestarian budaya lingkungan melalui agrowisata berkelanjutan.

Penulis: Jurnalistik KKN-T kelompok 08


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *