Dari Indonesia ke Thailand, Mahasiswa UNIRA Malang Kenalkan Pencak Silat di Sekolah Thailand

Suasana halaman sekolah di Thailand tampak berbeda ketika sejumlah siswa dengan antusias mengikuti gerakan dasar bela diri khas Indonesia. Melalui program Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN–PPL) Luar Negeri, mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menghadirkan pengalaman belajar yang unik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta didik internasional.

Program tersebut dilaksanakan di Thammasat Wittaya Foundation School oleh Amrina Rosyada, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Salah satu program unggulan yang diangkat adalah pembelajaran Pencak Silat sebagai media edukatif dan budaya bagi siswa.

Dalam pelaksanaannya, terdapat kendala perbedaan bahasa antara mahasiswa dan peserta didik. Namun, kendala tersebut masih dapat ditoleransi dan tidak menjadi hambatan utama dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, komunikasi dilakukan dengan bantuan bahasa Inggris sederhana, Google Translate, gerakan isyarat, serta penulisan instruksi di papan tulis.

Pembelajaran Pencak Silat diberikan pada kelas dengan jumlah siswa relatif sedikit dan didominasi oleh siswa laki-laki. Metode yang digunakan berupa praktik langsung di lapangan sekolah, sehingga siswa dapat mengikuti gerakan dengan lebih aktif dan interaktif.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar gerakan bela diri, tetapi juga nilai kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri. Program KKN–PPL Luar Negeri ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa UNIRA Malang dalam memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kompetensi global calon pendidik.

Penulis: Amrina Rosyada


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *