
Tumpang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik 05 ( KKN-T) UNIRA. Di balik kemegahan Candi Kidal yang berdiri anggun di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tersimpan kisah dan pesan moral yang terukir rapi pada dinding-dinding batunya.
Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 05 UNIRA Malang, kunjungan ke situs bersejarah ini bukan sekadar observasi lapangan, tetapi juga upaya menggali nilai budaya yang diwariskan leluhur melalui relief candi.Candi peninggalan masa Kerajaan Singasari ini dikenal sebagai candi pendharmaan bagi Raja Anusapati.
Namun, daya tarik Candi Kidal tidak hanya terletak pada nilai historisnya, melainkan juga pada relief-relief yang menghiasi tubuh bangunan. Salah satu relief yang paling terkenal adalah kisah Garudeya, yang dipahat pada bagian kaki candi.Relief Garudeya mengisahkan perjuangan burung Garuda dalam membebaskan ibunya dari perbudakan. Cerita ini sarat makna tentang pengorbanan, bakti kepada orang tua, serta keberanian melawan ketidakadilan.
Nilai-nilai tersebut masih relevan hingga kini dan menjadi pesan moral yang dapat dipetik oleh generasi muda.Mahasiswa KKN-T 05 melihat bahwa relief di Candi Kidal berfungsi sebagai “media komunikasi” masa lampau. Melalui pahatan batu, para empu pada zaman Singasari menyampaikan ajaran etika, spiritualitas, dan filosofi kehidupan kepada masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa candi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya.
Selain itu, detail ukiran yang halus memperlihatkan tingginya kemampuan seni para perajin pada masa itu. Setiap panel relief disusun dengan komposisi yang teratur dan proporsional, mencerminkan kematangan estetika arsitektur Singasari.
Keindahan visual ini menjadi bukti kemajuan peradaban Nusantara pada abad ke-13.Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin mengenal dan menghargai warisan budaya lokal. Pelestarian candi beserta makna reliefnya dinilai penting agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak hilang tergerus zaman. Dengan memahami cerita di balik relief, generasi muda diharapkan tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga belajar dari jejak sejarah yang ada.Pada akhirnya, menggali makna relief di Candi Kidal bukan sekadar membaca pahatan batu, melainkan juga menelusuri pesan moral yang diwariskan leluhur.
Situs ini menjadi pengingat bahwa peradaban masa lalu telah meninggalkan warisan pengetahuan yang tetap relevan untuk kehidupan masa kini.
Penulis : Jurnalis Kkn-T Kel. 05
Leave a Reply