MALANG –Kesadaran akan pentingnya kenyamanan beribadah di lokasi wisata mendorong kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 14 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang untuk melakukan aksi nyata. Mereka menggelar program revitalisasi di Musholla Al-Ma’arif yang terletak di kawasan wisata Bedengan, Desa Selorejo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan para pengunjung mengenai kondisi fasilitas ibadah yang kurang memadai.
Kondisi fisik tempat ibadah yang sempat memprihatinkan menjadi alasan kuat bagi tim mahasiswa untuk menjadikan revitalisasi ini sebagai program prioritas. Serangkaian perbaikan dilakukan secara komprehensif, meliputi pembersihan menyeluruh pada area tempat wudhu, hingga pencucian alat sholat seperti karpet, sajadah, dan mukenah demi menjamin kesucian serta kenyamanan jemaah.
Tak berhenti pada kebersihan, mahasiswa juga melakukan pembenahan teknis dan estetika. Hal ini mencakup pengecatan ulang bangunan, perbaikan dinding yang mulai usang, pembersihan atap, hingga penataan ulang instalasi kabel listrik yang sebelumnya berantakan guna meminimalisir risiko keamanan.
Menjawab Keresahan Pengunjung Inisiatif ini bermula dari keprihatinan pengelola kebersihan setempat terhadap masukan wisatawan. Pak Suparno, Kepala Kebersihan area Bedengan, mengungkapkan pengalamannya saat mendapatkan teguran langsung dari pengunjung mengenai kondisi musholla yang kurang terawat.
“Kami sempat merasa malu karena ada pengunjung yang menegur bahwa mushollanya kurang terawat. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa KKN ini sangat membantu. Harapan kami, melalui bantuan adik-adik mahasiswa, musholla ini bisa direstorasi kembali,” ujar Pak Suparno.
Ketua KKNT 14 UNIRA Malang, Muhammad Iklil Zamzami Fauzi, menegaskan bahwa fasilitas publik di destinasi wisata terutama tempat ibadah seharusnya menjadi prioritas kenyamanan. “Kami memilih proker ini karena melihat kondisi musholla yang kurang terawat. Sebagai fasilitas publik di area wisata, tempat ibadah seharusnya menjadi tempat paling nyaman,” tegas Iklil.
Komitmen Jangka Panjang Program ini diharapkan tidak hanya menjadi perubahan fisik sementara. Deril Aji Saputra, selaku penanggung jawab kegiatan, menekankan pentingnya komitmen keberlanjutan dari pihak pengelola wisata ke depannya.
“Harapannya, pengurus Bedengan bisa lebih peduli karena banyak pengunjung yang membutuhkan fasilitas ini. Dengan musholla yang bersih dan rapi, pengunjung pasti akan merasa lebih nyaman saat beribadah di tengah aktivitas wisata mereka,” tutur Deril.

Sinergi antara mahasiswa KKNT 14 UNIRA Malang dan pengelola wisata ini menjadi potret nyata dedikasi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Wisata Selorejo.
Penulis: Jurnalistik KKN-T kelompok 14

Leave a Reply