{"id":206,"date":"2026-04-30T09:56:00","date_gmt":"2026-04-30T08:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pers.unira.my.id\/?p=206"},"modified":"2026-05-01T03:57:04","modified_gmt":"2026-05-01T02:57:04","slug":"sisi-lain-ruang-privasi-mahasiswa-cerita-dari-bilik-bilik-memprihatinkan-di-unira","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/2026\/04\/30\/sisi-lain-ruang-privasi-mahasiswa-cerita-dari-bilik-bilik-memprihatinkan-di-unira\/","title":{"rendered":"Sisi Lain Ruang Privasi Mahasiswa: Cerita dari Bilik-Bilik Memprihatinkan di UNIRA"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MALANG, 30 April 2026<\/strong>\u2013 Bagi sebagian orang, toilet adalah ruang paling privat untuk menuntaskan hajat. Namun, bagi mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, memasuki bilik kamar mandi kampus tak ubahnya sebuah &#8220;uji nyali&#8221;. Di balik pintu-pintu dari Lembaran seng yang mulai berkarat, kondisi ini diperparah dengan sistem penguncian yang sudah jauh dari kata layak. Slot-slot pintu yang terbuat dari besi murahan kini tertutup lapisan korosi tebal, membuatnya macet dan sulit digeser, tersimpan cerita tentang pengabaian hak dasar mahasiswa atas fasilitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aroma pesing yang menyengat langsung menyergap indra penciuman begitu kaki melangkah mendekati area toilet. Di depan pintu bilik, pemandangan tak sedap tersaji: tumpukan sampah plastik dan limbah domestik berserakan. Sebagian meluap dari wadah yang terlalu kecil, sebagian lagi berceceran di lantai yang lembap, menciptakan kesan kumuh yang jauh dari citra institusi pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antara Bau, Sampah, dan Rasa Malu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang mahasiswi semester enam\u2014sebut saja Esa (bukan nama sebenarnya)\u2014menceritakan pengalamannya dengan nada getir. Baginya, kondisi toilet hari ini sudah berada di titik menjijikkan. &#8220;Sampah menumpuk berantakan di depan toilet. Kalau sudah penuh, visualnya sangat menjijikkan. Ditambah lagi bau pesing yang khas, rasanya sangat tidak pantas ada di area kampus yang seharusnya bersih,&#8221; keluh Esa saat ditemui di pelataran kampus, Kamis (30\/04).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan bukan hanya soal bau dan sampah. Bagi mahasiswi, toilet kampus adalah ruang yang penuh ancaman privasi. Esa menceritakan bagaimana kunci pintu bilik seringkali tidak berfungsi, bahkan ada pintu yang macet total. Kondisi ini menjadi horor tersendiri, terutama saat siklus bulanan tiba.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Buat kami yang sedang datang bulan, membuang pembalut di sana itu luar biasa tidak nyaman. Tempat sampahnya kecil sekali, tidak tertutup, dan ada ketakutan konstan kalau tiba-tiba pintu terbuka karena kuncinya tidak aman,&#8221; tambahnya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Gagap Sarana di Tengah Kewajiban Finansial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi fasilitas yang &#8220;sekarat&#8221; ini memicu tanda tanya besar mengenai alokasi dana kemahasiswaan. Sebagai mahasiswa yang rutin menunaikan kewajiban pembayaran UKT dan DPP setiap semester, Esa merasa hak atas fasilitas sanitasi masih jauh dari kata sepadan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketidaknyamanan ini berujung pada gangguan aktivitas akademik. Fenomena &#8220;menahan buang air&#8221; menjadi hal lumrah di kalangan mahasiswa. Mereka lebih memilih menahan sakit di perut hingga jam perkuliahan usai daripada harus menginjakkan kaki di bilik toilet kampus yang tidak higienis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> &#8220;Sering sekali harus menahan karena kondisi toilet yang tidak sesuai. Situasi ini jelas mengganggu konsentrasi belajar di kelas. Kami tidak bisa fokus kalau harus menahan hajat berjam-jam,&#8221; tegas mahasiswi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menanti Tangan Dingin Sarpras<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar keluhan mahasiswa sebenarnya adalah peta jalan bagi pihak Sarana dan Prasarana (Sarpras) UNIRA untuk berbenah. Ada tuntutan mendesak yang disuarakan: pemisahan toilet pria dan wanita yang lebih jelas, perbaikan wastafel atau tempat cuci tangan yang berfungsi, hingga digitalisasi fasilitas seperti kran otomatis untuk mencegah pemborosan air dan banjir di area toilet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga laporan ini diturunkan, bilik-bilik di UNIRA masih menyimpan nestapa yang sama. Jika kebersihan adalah sebagian dari iman, maka kondisi toilet yang terbengkalai ini seolah menjadi noda yang menggugat sejauh mana kampus ini memanusiakan warganya. Kini, bola panas ada di tangan pengelola kampus. Apakah privasi dan kesehatan mahasiswa akan terus dikorbankan, ataukah ada kemauan politik dari birokrasi untuk sekadar menyediakan toilet yang layak? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG, 30 April 2026\u2013 Bagi sebagian orang, toilet adalah ruang paling privat untuk menuntaskan hajat. Namun, bagi mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, memasuki bilik kamar mandi kampus tak ubahnya sebuah &#8220;uji nyali&#8221;. Di balik pintu-pintu dari Lembaran seng yang mulai berkarat, kondisi ini diperparah dengan sistem penguncian yang sudah jauh dari kata layak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,6],"tags":[],"class_list":["post-206","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":207,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions\/207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pers.unira.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}