
Bangelan, Wonosari, Kabupaten Malang – Mahasiswa KKN-T Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang.
Kelompok 3 menghadiri kegiatan sosialisasi hasil riset potensi desa Bangelan yang diselenggarakan di Balai Dusun Bangelan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Malang untuk memaparkan hasil penelitian mengenai potensi unggulan desa yang dapat dikembangkan sebagai penunjang sektor pariwisata.
Dalam pemaparannya, empat narasumber menjelaskan bahwa desa Bangelan memiliki beragam potensi yang dapat dioptimalkan, mulai dari perkebunan kopi, peternakan kambing, dan budidaya ikan Nila. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik tambahan apabila dikembangkan secara terintegrasi dengan atraksi Wisata Tanaka Waterfall.
Para pemateri selanjutnya juga memberikan berbagai rekomendasi pengembangan kawasan wisata. Salah satunya adalah homestay yang layak sebagai sarana pendukung bagi wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman menginap dan pengalaman menjadi warga masyarakat desa Bangelan. Keberadaan homestay dinilai dapat meningkatkan jangka waktu kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain memberikan beberapa rekomendasi mengenai pengembangan desa wisata Bangelan narasumber juga memberikan masukan. Narasumber yang juga memposisikan diri sebagai wisatawan menyoroti pentingnya menjaga keindahan dan kenyamanan kawasan Tanaka Waterfall. Salah satu saran yang disampaikan ialah penataan kembali area UMKM agar tidak terlalu mendominasi kawasan wisata sehingga panorama alam tetap menjadi daya tarik utama. Dalam sesi diskusi, salah satu narasumber juga menyoroti pentingnya menjaga suasana alami kawasan wisata. Ia menyampaikan bahwa kebisingan dari aktivitas karaoke di sekitar lokasi wisata dapat mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Saya pergi ke bawah kemarin, banyak orang karaokean yang sedikit merusak suasana. Padahal wisatawan datang ke sini agar bisa menikmati dan mendengar suara gemericik air,” ujar salah satu pemateri. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan atraksi wisata tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan suasana yang nyaman dan sesuai dengan karakter wisata alam. Menjaga ketenangan kawasan dinilai penting agar wisatawan memperoleh pengalaman yang autentik ketika berkunjung.
Menanggapi masukan tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Bangelan menyampaikan bahwa persoalan kebisingan dari aktivitas karaoke memang menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan Wisata Tanaka Waterfall. Menurutnya, sebagian besar pengunjung yang datang merupakan rombongan keluarga, khususnya ibu-ibu dari berbagai daerah di Kabupaten Malang, yang memanfaatkan kawasan wisata sebagai tempat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Aktivitas karaoke menjadi salah satu bentuk hiburan yang mereka nikmati selama berwisata sehingga penerapan pembatasan tidak dapat dilakukan secara serta-merta. Meskipun demikian, pihak Pokdarwis menyambut baik berbagai masukan yang diberikan oleh tim BRIN dan BRIDA sebagai bahan evaluasi untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan wisatawan akan hiburan dengan upaya menjaga karakter alami Tanaka Waterfall. Ke depan, pengelola berkomitmen untuk mengkaji pola pengelolaan kawasan yang lebih baik sehingga suasana alam tetap terjaga tanpa mengurangi kenyamanan dan kepuasan pengunjung.
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi hasil riset yang diselenggarakan oleh BRIN dan BRIDA Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi sarana penyampaian hasil penelitian mengenai potensi desa Bangelan, tetapi juga menjadi forum diskusi yang menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pengembangan desa wisata. Beragam potensi, seperti perkebunan kopi, peternakan kambing, dan budidaya ikan nila, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, peneliti, pengelola wisata, masyarakat, dan mahasiswa, desa Bangelan diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam Tanaka Waterfall, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan, para narasumber juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa KKN-T Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang Kelompok 3 agar turut mengambil peran dalam mempromosikan desa wisata Bangelan melalui platform digital, seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, maupun media sosial lainnya untuk memperkenalkan potensi desa dan keindahan Tanaka Waterfall kepada masyarakat luas. Menurut para pemateri, promosi digital yang dilakukan secara konsisten akan mampu meningkatkan jangkauan informasi dan menarik minat wisatawan baru. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan pembenahan dan penataan kawasan wisata agar citra positif yang disampaikan melalui media digital sejalan dengan pengalaman yang diperoleh wisatawan ketika berkunjung. Dengan demikian, promosi yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata desa Bangelan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Leave a Reply