Menembus Batas Ruang Kelas: Ragam Riset Aksi Nyata Mahasiswa Saintek UNIRA Malang di Pekan Riset 2026

KEPANJEN, MALANG – Langkah progresif dalam merespons fajar Industri 5.0 kembali ditunjukkan oleh lingkungan akademisi. Menjadi bagian tak terpisahkan dari kemegahan Pekan Riset UNIRA 2026, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk “Technology Innovation Showcase Saintek 2026”.

Digelar secara khidmat pada Jumat (12/6/2026) mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, Hall KH. Moh Said disulap menjadi ruang dialektika teknologi masa depan. Acara ini dikemas dalam bentuk forum presentasi ilmiah yang memadukan kecerdasan buatan, digitalisasi industri, dan nafas kelestarian bumi.

Ajang ini menjadi panggung bagi lima program studi di bawah naungan Saintek untuk memaparkan hilirisasi riset dosen dan mahasiswa. Dekan Fakultas Saintek UNIRA Malang, Dr. Zainal Abidin, M.Si., menegaskan bahwa kompas riset mereka saat ini secara sadar ditambatkan pada pilar Green Technology atau teknologi ramah lingkungan.

“Pameran ini menjadi wadah apresiasi dan publikasi hasil riset dosen maupun mahasiswa agar tidak hanya berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Dr. Zainal Abidin saat memberikan sambutan pembuka acara.

Sesi presentasi langsung bergulir setelah pembukaan resmi, diawali oleh paparan dari Program Studi Agroteknologi. Menggunakan media presentasi PowerPoint (PPT), Dr. Zainal Abidin, M.Si. membedah riset strategis bertajuk “Emas Cair dari Lereng Kawi”. Riset ini mengulas potensi besar distilasi mikro hidro minyak kenanga sebagai instrumen konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Teknologi destilasi inovatif berbasis modifikasi microwave ini terbukti mampu mengekstrak minyak atsiri secara efisien dengan capaian tertinggi rata-rata 19,17 ml pada menit ke-60.

Presentasi kedua dilanjutkan oleh Program Studi Sistem Informasi yang diwakili oleh dua mahasiswi Angkatan 2023, Okti Bela Alisia dan Rissa Dwi Kurnia Tanti. Melalui tema “Sistem Informasi dalam Aksi”, mereka memaparkan riset UI/UX bertajuk “Financial Management Website Design Using a Design Thinking Approach” dengan studi kasus Noka Dessert. Karya pengabdian untuk digitalisasi UMKM ini tampil prestisius karena telah resmi dipublikasikan di Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Makurat (JTIULM) pada Oktober 2025 lalu.

Sesi ketiga diisi oleh Program Studi Teknik Informatika. Tim hebat yang beranggotakan Liza Ayu Wandira, Milda Nurul Fadillah, M. Rosyid, dan M. Alimul Hakim membius audiens di aula dengan membagikan kisah inspiratif dan rekam jejak mereka saat berlaga di ajang kompetisi Hackathon tingkat nasional yang bekerja sama dengan UNESCO dan NAKARA 2023 di Bandung. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa atmosfer riset mahasiswa UNIRA mampu menembus panggung global.

Atmosfer Hall KH. Moh Said semakin interaktif saat memasuki sesi presentasi keempat dari Program Studi Teknik Mesin. Alumni Teknik Mesin, Tri Ayu Tirta Kumala, langsung mendemonstrasikan mesin fisik Mixing Serbuk Lemon Otomatis di depan panggung aula. Mesin berbobot ±45 kg berbahan Stainless Steel 304 Food Grade dengan motor listrik 0.5 HP dan 3 Blade Spiral ini diciptakan untuk membantu UMKM Sedaer Lemon Darmon di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari. Melalui demonstrasi nyata tersebut, Mbak Ayu memperlihatkan bagaimana alat ini mampu memangkas waktu pencampuran serbuk lemon secara signifikan sebesar 80% (dari 5 jam menjadi hanya 1 jam) sekaligus meningkatkan kapasitas produksi hingga 35-40 kg/minggu dengan hasil yang jauh lebih homogen.

Sebagai pamungkas, Program Studi Teknik Elektro turut membawa alat peraga fisik ke depan aula untuk mempresentasikan Simulasi Robot Braccio Arm dengan Kendali Smartphone Berbasis Gyroscope. Di bawah bimbingan Candra Pradhana, S.Si, M.Si., sistem robot lengan 6 sendi (6 DOF) ini sukses dipamerkan bergerak secara interaktif dan real-time. Hanya dengan memanfaatkan sensor gyroscope internal ponsel (roll, pitch, yaw) lewat jaringan WLAN lokal 2.4 GHz yang terintegrasi dengan Arduino dan ESP32, robot mampu merespons gerakan tangan pengendali secara presisi dengan pemantauan status pada layar LCD I2C 16×2.

Sebelum tirai acara resmi ditutup, suasana aula kembali pecah dan meriah lewat sesi interaktif penutupan. Menjelang detik-detik akhir, panitia membagikan keseruan melalui sesi pertanyaan berhadiah yang menguji fokus dan pemahaman audiens sepanjang acara, yang kemudian disusul dengan ketegangan seru dari sesi lucky spin berhadiah. Beragam doorprize menarik yang dibagikan sukses memantik tawa riuh dan antusiasme tinggi dari para peserta.

Setelah keseruan tersebut mereda, tepat pukul 11.00 WIB, rangkaian Technology Innovation Showcase Saintek 2026 resmi diakhiri. Melalui forum presentasi ini, Fakultas Saintek UNIRA Malang tidak hanya sukses membuktikan kemajuan risetnya yang adaptif dan solutif bagi masyarakat Kabupaten Malang, tetapi juga resmi menyerahkan tongkat estafet Pekan Riset menuju agenda akbar Gebyar Puncak yang akan digelar pada hari Sabtu.

Penulis: Liza Ayu Wandira


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *