Bazar UMKM dan Mahasiswa Kewirausahaan UNIRA: Wujud Nyata Integrative Wisdom di Tengah LapanganSabtu, 13 Juni 2026 (Malang) — Pagi baru saja beranjak ketika pelataran Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mendadak riuh, tidak seperti hari-hari biasa. Jarum jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB, namun semangat yang membubung sudah terasa di setiap sudut kampus. Di tengah lapangan utama yang luas, pemandangan mencolok langsung menyapa mata: barisan tenda bernuansa kuning-putih berdiri megah bershaf-shaf. Di bawah keteduhannya, meja-meja panjang berbalut kain senada—kuning dan putih—telah ditata rapi, siap menjadi etalase kreativitas.Uniknya, setiap stan dirancang minimalis namun fungsional; panitia hanya menyediakan persis dua buah kursi di balik meja. Keterbatasan tempat duduk ini memaksa para penjaga stan untuk selalu sigap berdiri, menyapa, dan menjajakan produk mereka dengan interaksi yang jauh lebih hidup kepada pengunjung.
Hari itu, UNIRA Malang tengah menggelar hajatan besar: Gebyar Pekan Riset dan Bazar Kewirausahaan. Sebuah perhelatan akademis yang tahun ini mengusung tema besar yang mendalam: “Integrative Wisdom: Bridging Academic Excellence with Social Innovation” (Kebijaksanaan Integratif: Menjembatani Keunggulan Akademik dengan Inovasi Sosial). Tema visioner ini mewujud nyata di tengah lapangan lewat helatan Bazar UMKM dan Kewirausahaan. Di sinilah teori-teori ruang kelas berbaur erat dengan realitas ekonomi masyarakat.Tepat pukul 09.00 WIB, keseruan itu resmi dimulai. Dipandu oleh kepiawaian pembawa acara, bising obrolan berganti khidmat saat Rektor UNIRA Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, memberikan sambutannya di tengah lapangan yang mulai dipadati pengunjung.
“Alhamdulillah, acara bazar ini bisa dilaksanakan dengan baik di Pekan Riset. Acara ini adalah bagian dari langkah kita untuk meramaikan Pekan Riset melalui kolaborasi, sekaligus mendukung pergerakan UMKM,” tutur Sang Rektor hangat.
Beliau juga menyelipkan asa agar momentum ini menjadi pemantik peningkatan kualitas kampus ke depan, baik dari sisi dukungan APBD maupun penguatan internal UNIRA sendiri.
Tepat pada pukul 09.11 WIB, riuh tepuk tangan pecah. Untaian balon gas dilepaskan ke langit biru Malang beriringan dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim. Sebuah simbolis yang menandakan bazar resmi dibuka. Keheningan yang magis kemudian tercipta saat Kiai Ramadhon memimpin doa dengan khusyuk, mengetuk pintu langit agar acara diliputi kelancaran hingga usai. Atmosfer berganti meriah saat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Da Vinci unjuk gigi, mengiringi langkah para pengunjung dengan alunan live music yang syahdu.
Kolaborasi Dua Dimensi
Ketika Mahasiswa dan UMKM Lokal BerdampinganBazar kewirausahaan di tengah lapangan ini menjadi bukti konkret bagaimana inovasi sosial dihidupkan. Meja-meja stan diisi secara kolaboratif oleh dua elemen penting: para pelaku UMKM dari lingkungan sekitar kampus yang membawa produk-produk lokal mereka, serta mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan yang sedang diuji mentalitas bisnisnya di dunia nyata.
Menariknya, di atas satu meja kuning-putih panjang tersebut, terdapat dua kelompok berbeda yang saling berbagi ruang. Format ini melahirkan harmoni unik di mana dalam satu meja, pengunjung disuguhkan keunikan produk yang kontras dan terkonsep matang tanpa harus membuat mereka bingung memilih.
“Dari adanya bazar ini, aku jadi mengerti bagaimana cara promosi. Aku juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh penjual jika dagangannya tidak dilirik, dan juga ketika dagangannya ramai,” Ungkap mahasisawa inisial Y mahasiswa lainnya, merefleksikan empati bisnis yang ia dapatkan di lapangan.
Bagi para pencinta kuliner, lapangan UNIRA seketika berubah menjadi surga jajanan yang estetik. Aroma gurih gorengan, manisnya roti, hingga kelezatan makanan berat seperti rice bowl beradu di udara, siap memanjakan lidah dari pencinta rasa manis hingga penggila pedas. Tak hanya makanan, dahaga pengunjung diredam oleh rupa-rupa minuman; mulai dari yang berbasis susu yang lembut hingga kesegaran instan dari segelas mojito.
Kreativitas yang disuguhkan tidak berhenti di urusan perut (food and beverages). Beberapa stan tampak menjajakan kombinasi produk fesyen dan dekorasi unik, aksesoris hingga menawarkan paket jasa kreatif. Bahkan, industri kecantikan pun tak mau ketinggalan. Stan kosmetik Wardah Light+ turut nangkring di bawah tenda, langsung diserbu mahasiswi berkat tebaran diskon spesial yang mereka tawarkan.
Apresiasi dari Kursi Wakil RakyatKemeriahan bazar di tengah lapangan ini kian lengkap dengan hadirnya Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Malang ini sontak mencuri perhatian saat beliau melangkah menyusuri lorong-lorong tenda kuning-putih.
Dengan senyum ramah, beliau berkeliling dari satu stan ke stan lain, mengamati keunikan produk yang dipajang berdampingan di atas meja masing-masing kelompok, dan berbincang hangat mengenai konsep bisnis para mahasiswa serta perkembangan usaha para pelaku UMKM sekitar.
Tak sekadar meninjau, Ibu Wakil Bupati juga kedapatan memborong beberapa produk kuliner hasil kreasi mahasiswa dan UMKM tersebut. Sebuah dukungan nyata yang membakar semangat para saudagar muda kampus dan warga lokal yang sejak pagi setia berdiri di balik stan mereka.
Waktu bergulir cepat di tengah keriuhan lapangan. Tepat pukul 11.00 WIB, tirai bazar Pekan Riset UNIRA Malang akhirnya resmi ditutup. Meski berlangsung singkat, helatan ini sukses meninggalkan jejak manis. Kegiatan ini melampaui sekadar transaksi jual-beli; ia telah menjadi jembatan hidup bagi keunggulan akademik yang melahirkan inovasi sosial di tengah masyarakat, persis seperti esensi Integrative Wisdom yang dicita-citakan.

Leave a Reply