Bawa Nuansa Global, ICON-BIS 2026 FEB UNIRA Gandeng Akademisi Malaysia

KEPANJEN, MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menorehkan catatan penting dalam rangkaian Pekan Riset tahun ini. Melintasi batas ruang fisik, FEB UNIRA Malang sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk Integrative Conference on Business and Islamic Studies (ICON-BIS) 2026 yang digelar secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026).

Ajang prestisius ini dirancang sebagai ruang temu ilmiah global untuk mengkaji, mendiskusikan, dan merumuskan benih-benih pemikiran baru di seputar integrasi dunia bisnis modern dengan nilai-nilai studi keislaman.

Rangkaian acara dibuka di ruang virtual sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan opening speech penuh optimisme oleh Niki Puspitasari, S.Pd., M.M. Geliat akademik ini kemudian resmi bergulir setelah dibuka secara langsung oleh Rektor UNIRA Malang, K.H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D, yang memberikan sambutan hangat sekaligus memantik semangat para peserta konferensi.

Guna memberikan fondasi teoretis yang kuat, Dekan FEB UNIRA Malang, Dr. M. Yusuf Azwar Anas, M.M., hadir menyampaikan keynote speech. Dalam narasinya, ia memaparkan arah strategis konferensi serta pentingnya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya profitabel, tetapi juga bernilai maslahat dan sejalan dengan koridor syariah.

Bobot internasional ICON-BIS 2026 semakin terasa kuat pada sesi Invited Speech. Forum ini sukses mempertemukan gagasan dari para pakar lintas negara. Pandangan ilmiah pertama dipaparkan oleh Prof. H. Armanu Toyib, S.E., M.Sc, Ph.D dari Universitas Brawijaya Malang. Diskusi panel kemudian bergerak semakin global dengan hadirnya dua akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), yakni Wan Nur Fazni Binti Wan Mohamad Nazarie, Ph.D., dan Nurul Aini Muhamed, Ph.D.

Suasana forum yang semula berjalan formal dan serius seketika mencair menjadi penuh tawa saat memasuki sesi diskusi panel dan tanya jawab. Sebuah momen menggelitik terjadi akibat adanya perbedaan kultur bahasa antara Indonesia dan Malaysia.

Saat itu, salah seorang peserta melemparkan pertanyaan seputar korelasi antara dunia bisnis dan instansi kedinasan. Mendengar istilah tersebut, salah satu invited speaker asal Malaysia sempat tertegun kebingungan dan langsung bertanya dengan logat khas Melayu yang spontan, “Dinas itu ape?”. Interaksi polos tersebut sontak memecah kekakuan forum dan memancing tawa hangat dari seluruh dosen dan mahasiswa di ruang Zoom. Setelah panitia menjelaskan bahwa “dinas” berarti instansi pemerintah, diskusi pun kembali berlanjut dengan seru.

Memasuki paruh kedua acara, setelah jeda istirahat, atmosfer konferensi bermutasi menjadi ruang presentasi yang lebih spesifik melalui Parallel Session. Di ruang-ruang virtual terpisah (breakout room), para peneliti, dosen, dan peserta konferensi saling unjuk gagasan, membedah naskah riset mereka di hadapan para reviewer ahli.

Ketegangan akademik tersebut akhirnya mencair menjelang sore hari. Sembari menunggu reviewer menentukan keputusan, suasana dihangatkan dengan pemutaran video profil FEB UNIRA Malang. Momentum yang paling ditunggu pun tiba saat MC mengumumkan peraih penghargaan Best Paper—sebuah bentuk apresiasi tinggi bagi riset yang dinilai paling inovatif dan berdampak signifikan bagi perkembangan ilmu bisnis Islam.

Sebelum layar virtual ditutup, Dekan FEB Dr. M. Yusuf Azwar Anas, M.M., kembali naik ke mimbar virtual untuk menyampaikan closing speech, merefleksikan keberhasilan kolaborasi ilmiah hari itu.

Seluruh rangkaian ICON-BIS 2026 akhirnya dipungkasi tepat pada pukul 16.00 WIB dengan pembacaan doa yang khidmat oleh A. Fahrur Rozi, M.HI, serta sesi foto bersama virtual. Melalui summit bisnis ini, FEB UNIRA Malang kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum lahirnya inovasi ekonomi yang berakar pada nilai-nilai luhur keislaman.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *