Menenun Panca Cinta di Nadi Madrasah: FIK UNIRA Malang Sukses Gelar Innovation & Service Summit 2026

KEPANJEN, MALANG – Di tengah derasnya arus tantangan zaman dan krisis karakter kontemporer, Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang hadir menawarkan sebuah oase spiritual dan intelektual. Menjadi bagian penting dari rangkaian Pekan Riset UNIRA Malang, FIK sukses menggelar perhelatan FIK Innovation & Service Summit 2026 di Hall KH. Moh Said, Rabu (10/6/2026).

Ajang akademik-kolaboratif yang berlangsung dinamis sejak pukul 08.00 hingga 14.30 WIB ini mengusung tema besar yang sarat makna: “Ecotheology for Peaceful Madrasah: Innovating Love Curriculum for Social Impact and Transformation”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIK UNIRA Malang, Dr. Siti Muawanatul Hasanah, melalui prosesi pemotongan pita simbolis yang menandai dimulainya babak baru gerakan pendidikan berbasis kasih sayang.

Dalam panggung sambutannya, Dr. Siti Muawanatul Hasanah menekankan bahwa pendidikan hari ini tidak boleh lagi terjebak dalam batas kaku pencapaian angka-angka akademik. Lebih dari itu, madrasah harus mampu menyentuh relung karakter, empati, dan kepedulian ekologis.

“Tema ini adalah pilihan yang sangat tepat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang kita hadapi saat ini, pembentukan karakter berbasis cinta menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya dengan penuh penegasan.

Dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa semester 6 dan jajaran dosen FIK, forum ini mengakar pada prinsip “from knowledge to action” sebuah jembatan yang menghubungkan pendalaman teori dengan manifestasi aksi nyata di lapangan. Energi positif ini terbagi dalam tiga agenda strategis yang dipandu oleh para narasumber mumpuni.

Sesi pertama dibuka dengan Seminar Nasional oleh Dr. Sutomo, M.Sos (Fasilitator Nasional dan Praktisi Pengembangan Pendidikan Inklusif) yang mengupas tuntas urgensi kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan (ecotheology). Langkah konkret ini kemudian disusul dengan peluncuran resmi program “FIK Berdampak 2026” oleh Isna Nurul Inayati, M.Pd.I (Ketua Peace Education Research Center FIK) sebagai wadah pengabdian sosial mahasiswa.

Sebagai pemungkas rangkaian aksi, Nanik Ulfa, M.Pd (Peneliti dan Praktisi Pendamping Madrasah) memandu Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaboratif. Melalui bimtek ini, mahasiswa semester 6 dipacu untuk menjadi social innovator dengan target menelurkan 10 hingga 20 proposal PKM berbasis Kurikulum Cinta.

Pendekatan ekoteologi dan Love Curriculum yang digagas dalam summit ini sejatinya merupakan manifestasi dari nilai Panca Cinta: mengikat harmoni antara hablumminallah (hubungan dengan Tuhan), hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia), hablum minal ‘alam (hubungan dengan alam), serta menumbuhkan cinta ilmu dan cinta madrasah.

Melalui denyut kolaborasi ini, FIK UNIRA Malang tidak sekadar mengadakan seremonial akademik, melainkan sedang menitipkan kontribusi nyata bagi agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mengawal pilar pendidikan berkualitas, perdamaian, dan kelestarian semesta.

Acara ditutup dengan optimisme tinggi bahwa madrasah-madrasah mitra ke depan akan bertransformasi menjadi agen perubahan yang inklusif, toleran, dan berwawasan hijau.

Penulis: Milda Nurul Fadillah
Penyunting: Liza Ayu Wandira


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *